06 Desember, 2017

Kualitas Pasir


Pada setiap 1 ton semen minimal membutuhkan 4 ton pasir, sayangnya sebagian besar dari pasir itu berkualitas jelek, sehingga hasil bangunannya akan berkualitas rendah pula, berikut beberapa tips untuk mengenali pasir berkualitas baik dan pasir jelek.
Beton
0.07mm to 5mm
Plester, Pasangan Bata, Floor Screed
< 2.4mm
Keramik, Thinbed
< 0.3mm
Acian
< 0.07mm



Kebutuhan air pada Pasir-Semen
Sebagian besar masalah seperti retak atau lepas pada pasangan bata, plester atau screed lantai berasal dari pasir berkualitas buruk. Pasir berukuran sama atau bentuk pipih datar atau pasir permukaan halus akan membutuhkan lebih banyak air dan lebih banyak semen.
Kebutuhan air yang tinggi akan menghasilkan air bebas dalam campuran yang akan mengurangi kekuatan dan meningkatkan retak susut.

Bentuk
Bentuk partikel pasir yang baik adalah bulat bersudut/bulat kasar. Ia mempunyai bentuk sudut-sudut kasar disekelilingnya sehingga membentuk struktur yang baik. Bentuk yang terburuk adalah tajam dan pipih sulit untuk diaduk ,mudah melorot ( sagging ) dan mudah retak. Bulat halus bukan pilihan terbaik pula dan tidak baik untuk mortar akan mudah melorot ( sagging ) dan lepas pada saat aplikasi plaster.

Permukaan
Permukaan yang terlalu halus membuat kristal semen tidak mudah mengikat. Permukaan yang terbaik adalah kasar dengan sedikit menyerap sehingga semen akan mudah membentuk suatu ikatan dengan air dan permukaan yang bertekstur.


Pasir Satu Ukur
Pasir Gradasi Baik
Ukuran Partikel
Ukuran partikel yang sama akan mudah jatuh dan lepas pada aplkasi plaster. Campuran pasir dari ukuran yang kecil sampai besar akan membuat lebih kuat plastering. Lebih mudah diaplikasi, lebih tahan retak dan air yang dibutuhkan lebih sedikit.



Pengotor pada pasir
Pasir berasal dari sungai dan limpasan air yang mengikis bebatuan dan melepaskan partikel kecil. Partikel kecil mengendap ke daerah yang lebih tinggi pada saat air mengalir lebih lambat.
Selama proses erosi ada banyak kotoran yang bisa bercampur dengan pasir yang berbahaya bagi campuran.


  1. Kandungan tanah liat reaktif bisa terbentuk dari erosi micas. Partikel ini akan menyusut saat mengering dan melebar kembali saat basah menyebabkan retak pada plester. SNI 03-6820-2002 menetapkan kandungan lumpur pada pasir  maksimum 5%.
  2. Silt adalah bahan halus yang tidak reaktif.
  3. Kotoran organik berasal dari kayu atau tumbuhan yang telah jatuh ke pasir dan busuk selama bertahun-tahun. Mereka bisa dilihat sebagai partikel lembut gelap yang mudah ditumbuk. Kandungan organik harus nol SNI 03-6820 karena bahan tersebut memiliki reaksi kimiawi yang mengurangi kekuatan semen. Hal ini sangat berbahaya bagi beton struktural. Pada dinding basah kandungan organik juga akan menghasilkan noda coklat pada plester yang bisa keluar melalui acian dan cat.

Tes Kadar lumpur (tanah liat ) dan silt
Tempatkan pasir di gelas atau wadah plastik kemudian isi dengan air. Kocok wadah dengan rata dan diamkan selama 20 menit. Lumpur dan tanah liat akan membentuk lapisan di bagian atas dan dapat diukur persentasenya
 (%) dari total.

Tes lain untuk tanah liat adalah menggosok pasir di tangan anda dan amati bekas noda tanah liat kuning di tangan anda. 

Organik Tinggi
Tes Kadar Organik
Tambahkan 3% kristal NaOH dalam air dan tambahkan pasir sampai sekitar setengah dari volume air kemudian diaduk dengan rata. Jika warna air berubah menjadi coklat tua maka kandungan Organiknya tinggi. Air yang jernih menunjukkan hasil kadar Organik yang nol.

Pasir Laut
M-Sand
Kandungan garam pada pasir laut yang tinggi harus dicuci bersih sebelum digunakan. Pasir laut yang tidak dicuci akan menimbulkan korosi pada setiap kontak dengan bahan bangunan besi, baja atau penguat lainnya. Hal ini juga bisa menimbulkan  garam putih di permukaan.

Pasir Pabrikasi (M-Sand)
Sebagian besar pasir di Indonesia berasal dari pertambangan ilegal yang merusak lingkungan. Sungai dan pantai ditambang sehingga merusak ekologi sungai dan laut.
Sebagian besar negara maju sekarang banyak menggunakan "Pasir produksi" berasal dari batuan yang dihancur digiling menjadi bentuk dan gradasi yang baik. Batu kapur adalah pasir produksi terbaik dan paling umum karena mudah didapat dengan dampak lingkungan minimal. Bentuk partikel dan distribusi ukuran dapat dikontrol dengan peralatan penghancur yang digunakan dan hasil pasir jadinya tidak ada pengotor.


Pasir berproduksi umumnya memiliki kekuatan lebih tinggi dibandingkan pasir alam dan mengurangi risiko retak.

03 April, 2017

Keramik Lantai

Popping! 

Retak! 

Nat Hilang!

Keramik Lantai merupakan hasil akhir lantai paling populer di Indonesia.  Ada banyak jenis keramik tersedia dengan kualitas yang baik. Namun banyak kegagalan berasal karena metode aplikasi yang salah. 


Aplikasi Keramik Baik dan Tahan Lama

Keramik diatas Beton
Hasil aplikasi terbaik setelah pekerjaan lantai beton selesai dengan hasil yang rata yaitu pemasangan keramik menggunakan “Lem Keramik Mortar”.  Metode ini lebih mahal dari biasanya akan tetapi keramik tidak mudah untuk lepas. Apabila permukaan beton tidak rata sebaiknya aplikasikan lagi adukan  tipis sebelum aplikasi keramik.  Metode ini bisa juga menggunakan produk  campuran semen - pasir ( 1 : 3 ) ditambah aditif pembantu semen untuk membantu merekatkan pada beton. 

Lem keramik diaplikasikan dengan ketebalan 3-5 mm dengan roskam trowel. Keramik dapat langsung direkatkan diatas lem keramik tanpa harus diolesi terlebih dahulu belakang keramiknya dengan adukan. Setelah itu dengan di pukul perlahan menggunakan palu karet dan cek kerataannya menggunakan jidar aluminium atau kayu.


Keramik Langsung diatas lantai kerja/rabat beton

Adukan semen-pasir (1: 3) ditambahkan aditif "pembantu semen" untuk membantu merekatkannya diatas lantai beton. Setelah itu buat adukan semen-pasir (1-2) ditambahkan kembali aditif pembantu semen , adukan tersebut ditempelkan pada kondisi basah diatas screed  untuk memasang keramik, atau adukan tersebut bisa diaplikasikan terlebih dahulu di belakang keramik.

Keramik diatas lantai kerja / rabat beton langsung ke Tanah.
Metode ini lebih banyak resikonya karena tidak ada struktur beton yang mendukung keramik, jika tanahnya mengandung banyak lumpur keramik akan mudah bergerak apabila tanah kering dan basah lagi. Hal ini yang membuat keramik mudah lepas dan popping, untuk mengurangi lepas atau popping bisa menambahkan pasir atau batu kapur yang dipadatkan terlebih dahulu  dibawah lantai  kerja atau rabat beton beton,  setelah itu buat adukan semen-pasir (1-2) yang ditambahkan aditif pembantu semen , adukan tersebut ditempelkan pada kondisi basah diatas screed  untuk memasang keramik, atau adukan tersebut bisa diaplikasikan terlebih dahulu di belakang keramik.

Tahapan memasang keramik
  • Tentukan di mana ubin penuh akan dimulai. Entah tengah ruangan dengan ubin dipotong di sisi atau memilih salah satu sudut sebagai tempat terbaik untuk ubin penuh untuk memulai.
  • Periksa dinding 90 ° dengan metode sudut yang tepat 3-4-5.
  • Periksa lantai dengan waterpass
  • Pada kondisi basah atur mengalirnya air ke drainase
  • Aplikasikan waterproofing terlebih dahulu untuk kondisi area basah.
  • Gunakan tape/lakban untuk melindungi lemari dan pintu dari adukan semen atau grouting.
  • Aplikasi keramik
  • Jika keramiknya poros basahi terlebih dahulu sebelum diaplikasi
  • Keramik yang tidak poros/granite tidak perlu dilembabkan
  • Buat adukan lem keramik sesuai dengan perbandingannya
  • Kondisi basah atau diluar ruangan gunakan keramik khusus area basah
  • Aplikasikan keramik menggunakan roskam bergerigi
  • Keramik yang lebih lebar gunakan roskam yang lebih besar untuk adukan  lebih tebal
  • Mulai aplikasi dari keramik full terlebih dahulu setelah itu baru potongannya
  • gunakan palu karet dan kayu yang rata untuk meratakan keramik.
  • Gunakan plastik keramik spasi untuk mengatur jarak antar keramik
  • Jangan menggunakan spasi yang silang disudut karena akan sulit diambil
  • Buat jarak disudut kira-kira 5mm sepanjang dinding untuk muai susut dan jangan diisi adukan akan tetapi isi menggunakan sealent atau metal tipis apabila ada pergerakan dinding bagian ini akan mudah sekali retak 
  • Jangan di injak sebelum 24 jam.



Masalah  sering terjadi 
( Photo sebelah kiri )
  • Rabat beton diapalikasikan terlalu kering dan diatas beton yang berdebu, kekuatan ikatannya akan turun.
  • Tukang mengaplikasikan semen murni terlalu tipis memudahkan retak dan tidak mengikat pada rabat beton.
  • Memperbaiki keramik yang gagal dipasang diatas keramik yang baru diaplikasi.
  • Jangan menggunakan palu karet sampai keramik turun dibawah level.
  • Mengisi nat hanya menggunakan semen saja.

Tile Grout / Pengisi nat keramik
Fungsi dari pengisi nat adalah mengikuti pergerakan muai susut pemasangan keramik karena pergerakan dari bangunan.  Menggunakan semen murni terlalu kaku dan mudah retak. Menggunakan mortar tile grout yang terdiri dari semen,kapur dan aditif  akan membuat lebih flexibel dan mengikat lebih kuat ke keramik. 




Kondisi luar dan area basah harus menggunakan tile grout  yang tahan air,  lebar nat lebih dari 3mm harus menggunakan pasir halus untuk mencegah retak, jangan mengaplikasikan tile grout sebelum 24 jam setelah pemasangan keramik. Adukan mortar diaplikasikan menggunakan karet pastikan semua celah terisi,ketika setengah kering gunakan kain basah yang halus untuk membersihkan sisa-sisa adukan yang menempel pada keramik. 

Granit dan ubin yang lebih lebar biasanya menggunakan epoxy dan lebih tahan air. Aplikasi ini lebih sulit karena harus melapisi sisi ubin menggunakan lakban.

Kunci keberhasilan dalam pemasangan keramik
  • Mempunyai dasar yang baik untuk pemasangan keramik
  • Pemilihan keramik yang cocok
  • Rencanakan sambungan untuk potongan
  • Gunakan Lem keramik atau gunakan aditif pembantu semen untuk pasangan keramik
  • Jangan dilalui sebelum keramik dipasang dan diisi nat
  • Gunakan mortar nat keramik atau Aditif Semen