03 April, 2014

Perbaikan Kerusakan dari Gempa

Metode Konstruksi di Indonesia
Banyak daerah di Indonesia berada pada wilayah yang berisiko tinggi terhadap gempa bumi, karena itu bangunan harus mampu bertahan agar tidak runtuh apabila ada pergerakan (Gempa Bumi). Indonesia saat ini belum memiliki SNI komplet yang diatur oleh Peraturan Pemerintah mengenai kontruksi rumah, kualitas bahan, dan standar bangunan.
Salah satu narasumber yang sangat ahli mengenai rincian teknis pembangunan perumahan untuk menahan kerusakan gempa adalah Ir. Teddy Boen. Beberapa karya tulis Ir. Teddy Boen banyak tersedia di internet. Karya tulis Ir. Teddy Boen mudah ditemukan dengan menggunakan namanya sebagai kata kunci dalam pencarian di internet.

Metode pembangunan rumah telah berkembang dari masa ke masa dan mengikuti 2 sistem dasar yaitu :
A. “Bound Masonry”  atau confined Masonry  atau bangunan yang saling terikat 
Sistem Ini banyak digunakan untuk rumah satu lantai dan untuk desain sederhana rumah tingkat dua. Struktur baja digunakan pada kolom dan balok beton bertulang yang terikat dengan pasangan bata. Bata dapat menambah kekuatan total rumah dalam menahan atap dan beban lainnya yang ditopang oleh dinding. Bata ini terikat dengan kolum Praktis, kolom sudut utama dan ring balok.


Rangka Struktur

B. “Structural Frame” atau Rangka Struktur
Sistem ini digunakan untuk bangunan multi bertingkat lebih dari 2 lantai dan untuk desain rumah non sederhana. Desain non sederhana mungkin memiliki bentuk yang tidak beraturan atau bukaan besar yang membutuhkan desain teknik.
Struktur ini dirancang oleh seorang insinyur sipil yang biasanya disusun oleh kolom dan kerangka balok beton bertulang. Setiap lebar 3 cm dari pasangan bata diikat dengan Kolum Praktis yang menempelkan ke lantai dan balok untuk mencegah dinding panel jatuh/lepas dari struktur selama gempa bumi.

Earthquake Damage
Tingkat perbaikan akan tergantung kepada tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh gempa dan kemampuan struktur dan pondasi rumah dalam menahan goncangan. Setiap kerusakan struktur harus diperiksa oleh seorang insinyur struktural yang dapat memutuskan apakah rumah memungkinkan untuk diperbaiki atau untuk amannya rumah harus dibongkar.
Rangka baja penyangga sementara mungkin diperlukan selama proses perbaikan, seperti yang terjadi di kota bersejarah L' Aquila di Italia . Pada tahun 2003 kota tersebut mengalami gempa 5.8 skala ritcher yang sangat dekat dengan pusat kota dan banyak nyawa yang hilang karena runtuhnya rumah tingkat 3 dan 4. Ada beberapa bangunan yang berusia 700 tahun yang metode konstruksinya  tidak dapat menahan goncangan kuat dan agresif .

Keadaan kota kosong dan sepi selama penduduk kota masih memperbaiki bangunan bersejarah tersebut.

Wall Strengthening 
Solusi untuk memperbaiki struktur diantaranya sebagai berikut.
  • Langkah pertama bungkus kolom dan balok menggunakan kawat baja,  kemudian plester kolom dan balok yang sudah dibungkus oleh kawat baja dengan mortar yang dimodifikasi dengan polimer berkekuatan tinggi. . Metode ini digunakan  untuk menambah ukuran dan penampilan struktur yang hanya digunakan dalam kasus-kasus tertentu.
  • Langkah kedua perkuat dinding bata yang retak menggunakan ikatan Kawat Ayam, kemudian plaster mortar lapisan struktural di kedua sisi dinding yang retak. Semua plester dan acian harus dapat ditutup dan diisi retakannya dengan menggunakan bahan mortar yang mengandung polimer tinggi ( produk crack repair ).
  • Buatlah beberapa titik untuk kepalaan dengan ketebalan yang sama, yaitu antara 7 - 8mm. Setelah itu, taruh dan ikat kawat diatas kepalaan tersebut. Lalu pasang Kawat Ayam ke dinding yang diikat menggunakan ikatan kawat. Plester dinding dengan ketebalan total 15mm . 
  • Selesaikan dinding dengan TR-30 Acian Putih kemudian dicat.




Perbaikan Retak Besar
Retakan struktural besar biasanya mengikuti alur pada sambungan batu bata  atau dapat menembus kedalam batu bata itu sendiri. Retakan menjalar mulai dari tepi ujung batu bata, pintu atau kusen jendela, dan terus menjalar membentuk garis lurus. 
  • Bongkar setiap plester atau aci yang longgar
  • Bor batu bata dengan kedalaman lubang antara 8-10mm di tiap-tiap sisi retakan setiap 30cm di sekitar retakan dengan kedalaman 3cm. Masukkan tabung plastik ke dalam lubang.
  • Aduk TR-30 Acian Putih dengan Bonding Agent 1:1.
  • Campuran sebaiknya mudah mengalir (encer) sehingga dapat berpindah ke retakan lainnya, tapi tidak mengalir keluar dari celah retakan. Langkah selanjutnya, tambahkan larutan Bonding Agent atau air jika diperlukan. Isi botol plastik dengan campuran adukan dan masukan botol plastik berisi campuran adukan tersebut ke dalam celah hingga keluar di sisi lainnya dan mengisi retakan. 
  • Siapkan peralatan untuk memompa grouting ke celah-celah jika diperlukan. Keringkan sisa material dan tabung selagi dalam keadaan basah. 
  • Isi kembali setiap celah atau acian yang terkelupas dengan TR-30 Acian Putih setelah alat injeksi nat mengering.

Catatan:  TR-30 Acian Putih dapat diampelas halus untuk menggunakan 300-400 grit kertas pasir


18 Februari, 2014

Bangunan Tahan Lama

Ponte Fabricio , Roma
Berusia 2.075 tahun
Salah satu contoh pertama dari beton dari Kekaisaran Romawi menggunakan kapur terhidrasi (Gamping).


Jembatan ini masih digunakan sampai sekarang dan masih dapat bertahan beberapa ribu tahun.

Menara Pisa, Italy
Berusia 750 tahun
Setelah beberapa renovasi oleh institusi pada tahun 2008 Menara miring tetap ada selama 750 tahun.

Gedung tersebut dibangun dari marmer dengan mortar dari kapur, lama sebelum semen ditemukan (1824). Bangunan aslinya dirancang hanya untuk  2 lantai setelah itu ada tambahan 6 lantai. Bentuk dudukannya yang miring menyebabkan terkenal dan tradisi foto turis / wisata terlihat membantu menahan menara.
Lawang Sewu, Semarang
Berusia 105 tahun

Sebuah bangunan Belanda yang dirancang untuk sebuah perusahaan kereta api swasta di Semarang masih dalam kondisi baik dan akan tahan selama bertahun-tahun. Itu dibangun dengan standar yang baik dan menggunakan bahan-bahan lokal serta membutuhkan waktu 4 tahun untuk menyelesaikannya.




Berapa lama bangunan dan rumah-rumah akan bertahan di Indonesia?
Banyak rumah baru sudah retak, plester dan acian lepas. Bangunan akan mudah rusak dan bocor, karena masalah desain, metode konstruksi dan bahan yang digunakan, karena hal tersebut bangunan akan membutuhkan banyak perawatan dan mungkin hanya bertahan kurang dari 30 tahun.

Banyak Perumahan menggunakan istilah "Green Building" untuk tujuan pemasaran saja, seharusnya mereka mengerti bahwa kualitas konstruksi adalah kunci bangunan untuk bertahan lama dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan serta renovasi yang tinggi.

Sebagian besar  Indonesia berada di area gempa bumi dan tanah umumnya tanah merah yang mudah menyusut dan mengembang karena perubahan musim. Konstruksi harus mampu menahan pergerakan dan curah hujan  tinggi yang kita alami setiap tahun .

Standar Indonesia dalam menentukan desain dan metode konstruksi diharapkan untuk menahan pergerakan bangunan. Bangunan tidak bertingkat harus menggunakan rangka struktural gabungan terintegrasi dengan sistem dinding bata. Bangunan bertingkat harus menggunakan rangka struktural dengan dinding non struktural dan kolom Praktis. Standar-standar ini sering tidak diikuti.

Bahan Tahan Lama

 Pemilihan bahan termurah umumnya berarti barang dengan kualitas rendah. Rendahnya kualitas pasir merupakan salah satu bahan yang menciptakan banyak masalah kualitas bangunan. Lumpur tinggi, kandungan organik, dan gradasi yang buruk dapat mengakibatkan retak serta  ikatan kekuatan rendah. Masalah ini juga solusinya telah dibahas berkali-kali dalam artikel Mortar Tiga Roda di majalah Kokoh, dapat dibaca di blog mortar. www.mortartigaroda.blogspot.com

Kualitas cat merupakan salah satu sumber penyebab masalah . Banyak bangunan menggunakan kualitas cat yang mampu memberikan ketahanan yang baik pada air. Cat acrylic eksternal (luar) harus berkualitas tinggi yang dapat menahan UV, hujan dan fleksibel serta mempunyai daya ikatan yang baik pada acian tersebut.

Sekarang banyak produk mortar tersedia di Indonesia dan perkembangan pemakaiannya semakin meningkat/ populer. Menggunakan produk mortar yang benar/ sesuai peruntukan seperti yang direkomendasikan akan memberikan bangunan anda tahan lama, serta biaya perawatan yang sangat rendah. Biaya tidak harus mahal seperti dalam kasus TR-30 Acian Putih yang sebenarnya lebih murah daripada Semen Acian . Kualitas produksi yang dijaga pabrik dan aplikasi jauh lebih mudah daripada bahan-bahan tradisional  merupakan salah satu nilai lebih dari TR-30 acian putih.

Gunakan produk mortar untuk Pasangan Bata, plester, Acian, Tile Adhesive, Waterproofing dan setiap perbaikan untuk dinding dan beton.



Aplikasi Untuk Bahan Tahan Lama

Meskipun sudah mengunakan pilihan bahan yang terbaik,tetap kita harus memastikan, bahwa metode aplikasi dan bahkan desain bangunan yang digunakan akan memberikan hasil yang tahan lama. Kebocoran air adalah salah satu masalah terbesar dalam bangunan yang menyebabkan banyak perbaikan mahal dan kerusakan bangunan. Atap dan dinding harus dirancang dan dibangun untuk melindungi rumah dari air dan kelembaban yang masuk ke gedung.

Lantai dasar dan drainase bawah tanah juga harus dirancang serta dibangun sebaik-baiknya agar air dari tanah jangan sampai masuk kedalam lantai dan dinding.

Contoh balok beton di atas pintu yang hanya ditahan oleh pasangan 2 cm, yang seharusnya ditahan oleh kolom Praktis. Mereka juga memiliki pasangan lurus panjang di tembok di sebelah kanan yang sangat mudah retak  apabila bangunan ada pergerakan.
Tidak ada kolom praktis di sudut atau yang berbatasan untuk pembukaan yang sesuai dengan standar gempa. kontraktor berharap plester dan acian dapat menahan dinding dan kusen pintu secara bersama-sama.
Walau menggunakan bahan baku tradisional, tetap harus mengikuti standar kontruksi Indonesia untuk menghindari permasalahan yang akan timbul setelah dinding diplaster - aci dan cat.

Beberapa Permasalahan yang sering terjadi  :
• Besi tulangan bar terlalu dekat dengan permukaan beton. Hal Ini menyebabkan besi mudah berkarat dan beton akan delaminate ( mudah terkelupas).
• Menggunakan bahan yang salah seperti semen saja untuk acian atau perbaikan. Sebaiknya harus selalu dicampur dengan pasir atau kapur.
• Aplikasi yang salah seperti plester atau acian terlalu tebal menyebabkan retak dan delaminasi.
• Cat kualitas rendah yang digunakan untuk perlindungan cuaca eksternal.
• Tidak membuat tali air pemisah dari bahan yang berbeda seperti Kayu - Acian , Besi - Acian.
• Tidak membuat celah kontrol pergerakan lantai keramik di mana bentuk lantai menjadi tidak teratur dan sepanjang dinding.
• Mengerjakan plester sebelum atap ditutup yang bisa air terjebak di dinding .
• Mengerjakan cat tembok ketika acian masih lembab.

Untuk mendapatkan kualitas yang bermutu, gunakanlah bahan yang baik, juga alat dan aplikasi yang benar. Gunakanlah produksi dari pabrik mortar seperti TR-30 Acian Putih.
         Bangunan menjadi kokoh dan tahan lama.