31 Maret, 2011

Bagaimana Membuat Rumah Anda Nyaman dan Sehat

Sebagian besar masalah dapat diselesaikan jika mortar kualitas yang baik digunakan seperti TR30 Acian Putih



Dinding yang dibangun dengan metode tradisional akan memiliki banyak masalah seperti retak dan mengelupas pada catnya. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan mortar berkualitas baik seperti mortar TR30 acian putih.Selama ini di Indonesia kebanyakan kontruksi rumah dan bangunan telah dibangun dengan mutu standar yang lebih rendah. berikut ada beberapa tips untuk dapat membantu memperbaiki masalah rumah dan bangunan yang umumnya terjadi :
A.Retak Rambut pada dinding retak rambut biasanya terjadi setelah selesai aplikasi yang dikarenakan susut pada plaster atau acian atau cat. Cat yang berkualitas baik dapata menutup retak rambut,dalam hal ini sebaiknya cat tidak boleh ditambahkan air apbila perlu dapat ditambahkan maksimal 10%. Retak rambut terjadi apabila dinding basah dan apabila kemudian mengering air yang berada didalam dinding akan berusaha keluar sehingga menimbulkan retakan mikroskopik pada plaster dan acian. Berdasarkan itu kandungan air harus dihentikan sebelum dilakukan pengecatan.
B. Retak Susut besar yang membentuk garis bulat secara kontinu pada plaster,terbentuk karena adanya penyusutan. Hal ini disebabkan oleh kandungan lumpur yang tinggi pada pasir yang berkualitas buruk. Dinding plaster ketika dia terkena air akan mengembang dan apabila mengering akan menyusut hal ini apabila kita umpamakan mirip dengan sawah,sehingga plaster yang kadar lumpur tinggi akan terjadi retak seperti disawah. Dalam memperbaiki hal diatas langkah pertama kita harus menghentikan air yang masuk kedalam dinding dan kemudian isi retakan fdengan TR 30 yang telah ditambahkan dengan lem putih 5%.
C.Retak Lurus disebabkan karena pergerakan struktur yang memberikan tekan pada dinding bata non struktural. Pergerakan ini biasanya terjadi karena gempa, penyelesaian pondasi,penurunan dari struktur,perubahan suhu atau angin kencang pada gedung tinggi. Retak lurus ini pula dapat terjadi pada sambungan bata dengan beton,bata dengan kayu, dan bata dengan besi. Sambungan pada bahan yang berbeda harus dibuat tali air sehingga apabila terjadi retakan,retaka itu akan berada didalam tali air singga tidak akan begitu telihat.
Pada pasangan bata partisi sebelum menyentuh ring balok sebaiknya diberikan celah 1 cm kemudian celah tersebut diisi dengan bahan yang flexibel seperti styrofoam. Retak lurus dapat juga terjadi karena dari saluran pipa listrik. Untuk mencegah ini sebaiknya pipa listrik ditanam didalam bata jangan diatas pemukaan bata, hal ini sebaiknya dilakukan sebelum aplikasi plaster. Dalam memperbaiki retak dengan membuka celah retakan sampai dengan 2mm, dan retakan dibersihkan dari debu yang menempel kemudian dibasahi dengan air. Retakan diisi dengan menggunakan produk "crack filler"/pengisi retak atau bisa menggunakan TR 30 yang ditambahkan dengan lem putih 5%. Dalam hal ini jangan memperbaiki hanya dengan semen saja. Karena semen kurang flexibel
Retak lurus akan sering terjadi jika bangunan terus bergerak jika hal ini terjadi kita harus membuat celah didinding yang diisi dengan menggunakan sealant yang sangat flexibel seperti polysulfid atau silikon.
D. Kelembaban dapat menyebabkan banyak masalah pada dinding antara lain cat mengelupas, noda alkali dan tumbuh jamur untuk memperbaikinya. Pertama-tama kita harus menemukan sumber dari kelembaban sebelum memperbaiki dinding,hal ini biasanya disebabkan oleh bocoran dasar kamar mandi atau bak mandi,pipa yang rusak,rembesan air pada dinding pembatas dan rembesan air tanah. Kelembaban yang terjadi didalam rumah tidak hanya cukup dihentikan dengan menggunakan waterproofing saja,tetapi harus dibuatkan membran waterproofing, penambahan aditif pada plaster dan penambahan lem putih pada acian luarnya setelah itu menggunakan cat luar yang berkualitas. Setelah sumber kelembaban diperbaiki dan dibersihkan barulah dinding dicat kembali.
Dinding yang lembab dapat menyebabkan jamur yang bewarna hitam yang tumbuh diatas permukaannya hal ini dapat berbahaya untuk kesehatan pernafasan seperti asma dan alergi. Jamur dapat dihilangkan dengan produk khusus penghilang jamur,sampai benar -benar bersih setelah itu dicat kembali.
Pada dinding yang lembab ketika terjadi penguapan akan meninggalkan bercak putih berupa garam alkali,air yang berada didalam dinding akan membawa garam dari semen dan pasir dari pasangan bata,plaster dan acian tradisional. Masalah diatas dapat diatasi dengan menyikat permukaan dinding yang bermasalah dengan menggunakan hcl encer ( hcl : air = 1 : 10 ). Acian yang menggunakan semen biasa akan menambah permasalahan dan biaya terutama garam alkalinya dan kita harus menunggu kurang lebih 3 minggu sampai kadar alkalinya turun,kadar airnya < 15% dan pH 9 barulah dinding dapat dicat kembali.