11 Juni, 2012

Memperbaiki Rumah dan Bangunan Tua




Gedung Arsip Nasional, Jakarta (1760) salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang harus dilestarikan.
Indonesia memiliki banyak bangunan tua dan bersejarah yang dibangun sebelum adanya semen, yang digunakan untuk dinding pada bangunan, mereka biasa menggunakan "Gamping" atau kapur hidup sebagai pengikat untuk pasangan bata, plester dan acian.Banyak dinding bangunan tua di Indonesia yang telah rusak dan diperbaiki dengan cara yang salah. Dalam memperbaiki bangunan tersebut harus menggunakan teknik dan bahan yang sama. Sangat penting bagi pemilik, desainer dan kontraktor memahami cara terbaik dalam melestarikan bangunan warisan kita.

Gamping


Ketika batu kapur dipanaskan lebih dari 900 °C secara kimiawi batu kapur berubah menjadi quicklime dan dengan penambahan air menjadi Hydrated lime atau Kapur hidup. Bahan ini kemudian akan berubah secara kimiawi lagi apabila dicampur dengan air yang banyak serta akan mengikat setiap partikel pasir atau agregat yang sejenis, hal ini hampir sama dengan cara kerja semen. gamping adalah salah satu bahan pengikat yang lebih fleksibel dan lebih lunak dibandingkan dengan semen dan telah menjadi bahan bangunan yang efektif selama lebih dari 4.000 tahun.

Semen ada baru sekitar 200 tahun terakhir dan tersedia di Indonesia untuk konstruksi dinding bangunan sejak tahun 1975. Jadi setiap rumah dan bangunan yang dibangun sebelum tahun 1975 mungkin dibangun menggunakan “Gamping”
Gamping dicampur dengan pasir halus, dan batu bata atau genteng yang dihancurkan untuk membuat pasangan bata dan plester serta, setelah itu digunakan sebagai  acian untuk mendapatkan hasil yang halus putih diatas plester. Gamping juga digunakan sebagai cat putih atau warna terang yang disebut kapur cuci.
Manfaat dari Gamping adalah lebih fleksibel dan tahan retak susut dari pergerakan pada  dinding. Jika retakan yang terbentuk dari gerakan struktural mereka juga akan "Self Heal" atau menyambung dengan sendirinya dari waktu ke waktu  dengan bantuan sirkulasi air.
Negatif dari Gamping adalah mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mengeras dan mereka dapat menjadi lunak dan hancur jika terkena air terus menerus. Dinding yang harus dijaga dengan baik biasanya dicat ulang setiap tahun dengan kapur cuci
Retak dan lepas dikarenakan masuknya air kedalam dinding yang merusak 
plaster dan acian pada bangunan lebih dari 250 tahun.
Ada banyak contoh bangunan lebih dari 2.000 tahun di Mesir dan kota-kota Romawi sampai waktu yang lama mereka masih dalam kondisi baik hari ini yang menunjukkan kekuatan yang cukup oleh Gamping pada bangunan.

Perbaiki Dinding

Dalam memperbaiki dinding bangunan tua pemilik bangunan bersejarah dan desainer dapat menggunakan gamping dan bata yang sudah dihancurkan, dan  harus sama dengan bangunan aslinya, hal ini mungkin tidak praktis untuk berbagai kasus. Alternatifnya adalah dengan menggunakan mortar premixed ( campuran semen pasir ) yang menggunakan aditif kapur, semen dan bahan kimia lainnya untuk memberikan fleksibilitas dan ikatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki dinding lama.
Menggunakan campuran semen dan pasir biasa atau acian semen hanya akan menyebabkan retak dan tidak akan mengikat baik dengan campuran semen pasir lama yang menempel pada dinding. Plester dari semen pasir biasa dan acian semen terlalu kaku dan keras, akan menyebabkan dinding retak. Kualitas Pasir yang buruk yang tersedia di Indonesia juga akan menimbulkan masalah di masa yang akan datang.
TR30 Acian Putih adalah campuran dari semen dan kapur ditambah dengan aditif polimer untuk membuat lebih  fleksibel dan ikatan yang baik. Produk ini merupakan pilihan yang terbaik yang mirip dengan bahan Gamping lama untuk perbaikan bangunan tua,
sedangkan untuk memperbaiki pasangan bata dan plesternya , dapat menggunakan campuran TR30 Acian Putih dengan 40% pasir bersih halus atau batu bata yang sudah dihancurkan. 


Bila diperlukan untuk lebih tahan air kami sarankan menambahkan 2% latek acrylic bonding agen atau lem putih. Indocement akan memproduksi plester dan pasangan bata berbahan batu kapur disebut TR20 yang akan tersedia akhir tahun 2012. Produk ini pun akan cocok untuk perbaikan bangunan-bangunan tua.

Alasan Kerusakan

Cara yang terbaik sebelum memperbaiki retak atau acian rusak adalah memeriksa terlebih dahulu alasan mengapa dinding itu rusak. Jika retak disebabkan oleh gerakan struktural maka diperlukan suatu bahan untuk memperkuat pondasi  atau membuat nat atau celah antara dinding dengan kolom struktur atau dengan balok yang diisi dengan bahan yang lebih fleksibel.
Jika kerusakan disebabkan oleh kebocoran atap, jendela dll maka mereka harus memperbaiki terlebih dahulu. Jika masalahnya adalah dari kelembaban yang tinggi dikarenakan air tanah yang naik, harus dibuat lagi tambahan drainase hal ini diperlukan untuk menjaga dinding tetap kering.

Pengecatan

Gunakan cat akrilik berkualitas tinggi yang akan memungkinkan dinding untuk "bernapas" dan memudahkan air menguap dari dinding. Cat berasal dari kapur cuci tua yang mungkin terlalu lunak dan berdebu hal ini harus dibersihkan terlebih dahulu dan diikat dengan sealer acrylic sebelum pengecatan.
Cat Acrylic sangat cocok dengan acian yang mengandung kapur dan akan melindungi dinding untuk 5-10 tahun.
Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang berada dalam kondisi kurang terawat. Kita semua harus menjaga dan menghargai sejarah secara baik untuk generasi masa depan. 
Bangsa Romawi telah mempertahankan bangunan mereka selama ribuan tahun. Dengan beberapa perawatan dan perbaikan yang tepat sejarah kita juga dapat dilestarikan.