29 Januari, 2013

How to Fix Wall Cracks


Banyak hal yang dapat menyebabkan dinding retak, sebelum memperbaikinya penting bagi kita untuk mengetahui penyebab retak itu sendiri. Dibawah ini merupakan pengecekan yang paling cepat terhadap macam-macam retak yang terjadi pada bata merah, bata beton dan bata ringan serta metode yang terbaik untuk memperbaikinya. Penyebab retak struktur yang disebabkan oleh pergerakan  struktural didalam bidang dinding "Non Struktural". Hal ini dapat dihindari/dicegah oleh metode konstruksi yang benar.







1. Retak Struktur pada bata - plester  dan Acian 
Penyebab: Pergerakan struktur karena pondasi, defleksi ( muai susut ) Balok atau gempa bumi. 
Tipe retak ini bata didalam dindingnya biasanya sudah pecah, hingga retaknya keluar kedalam plaster dan aciannya. Retak yang terjadi adalah biasanya tegak lurus atau diagonal menyamping. Celah retak akan terbuka terus apabila struktur kembali bergerak. 
Perbaikan : Sebaiknya dibuat celah kecil antara dinding dengan balok atas untuk mengurangi tekanan,isi celah tersebut dengan styrofoam / karet kemudian untuk menyamarkannya dapat ditutup dengan list kayu atau gypsum.
Buka retak kira-kira lebar 1 cm sampai ke bata,kemudian isi celah retak dengan adukan semen pasir 1 : 5 dengan ditambahkan polimer**  4 %  , setelah 3 hari tutup dan rapihkan celah yang sudah terisi plaster sebelumnya dengan Acian Putih TR30 + 4 % polimer**


2. Retak struktural plaster  - acian
Penyebab: Pergerakan struktur karena penyelesaian pondasi, defleksi Balok atau gerakan gempa.
Tipe retak ini bata didalam dindingnya masih baik ( tidak pecah ), hingga retaknya hanya plaster dan aciannya. Retak yang terjadi adalah biasanya tegak lurus atau diagonal menyamping. Celah retak akan terbuka terus apabila struktur kembali bergerak. 
Perbaikan: Periksa untuk melihat apakah retak memanjang sampai bata / tidak (seperti dalam 1.), Jika tidak maka perbaikan diperlukan hanya untuk plester / acian. Celah-celah penyebab kembali terjadi retak ketika struktur bergerak dan perluasan / gerakan sendi harus dipotong untuk melepaskan tekanan.( seperti perbaikan dalam 1 )

Buka retak kira-kira lebar 1 cm sampai ke bata,kemudian isi celah retak dengan adukan semen pasir 1 : 5 dengan ditambahkan polimer**  4 %  , setelah 3 hari tutup dan rapihkan celah yang sudah terisi plaster sebelumnya dengan Acian Putih TR 30 + 4 % polimer**



3. Retak plester - acian pada pipa konduit 
Penyebab: Celah pemasangan  pipa listrik atau air yang tidak dipotong sampai bata, celah hanya dibuat sampai plaster atau pipa hanya diletakkan diatas bata kemudian diplaster kembali. 
Tipe retak ini biasanya menciptakan celah lurus sepanjang garis pipa.

Perbaikan: Buka kembali plester pada konduit  dengan lebar 5 cm. Bungkus pipa dengan kawat ayam kemudian kemudian isi celah  dengan adukan semen pasir 1 : 5 dengan ditambahkan polimer**  4 %  , setelah 3 hari tutup dan rapihkan celah yang sudah terisi plaster sebelumnya dengan Acian Putih TR 30 + 4 % polimer**

4. Retak karena bahan yang berbeda 
Penyebab: Plasteran yang menutupi Sambungan dinding yang berbeda misalnya pasangan bata dengan permukaan beton atau kayu.   Tembok dengan mudah akan retak karena gerakan yang berbeda dari struktur dengan non struktur yang berbeda sifat. Tipe Retak ini biasanya retak lurus sepanjang sambungan dan mudah akan muncul kembali setelah perbaikan.
Perbaikan: Diantara kedua permukaan tersebut harus dibuat dilatasi. Potong kembali plester sepanjang retak dengan lebar  maksimal 1 cm.  Isi dengan plester + polimer 4% **. Selesai 2mm lalu dengan TR30 Acian Putih + 4% Polymer **. Setelah 1 hari buat tali air , alur lurus 3mm lebar dan 3mm mendalam sepanjang garis retak sebelumnya. Jika diinginkan tampilan yang rata maka isi tali air diatas menggunakan sealant paintable ( sealent yang dapat dicat, seperti polysulfide)




5. Retak pada plester - acian karena penyusutan.
Penyebab: Aplikasi acian terlalu dini pada plester yang belum berhenti menyusut karena plaster terlalu tebal dalam satu kali aplikasi dan kadar lumpur yang tinggi pada pasir dalam plaster >5%.
Acian harus diaplikasikan minimal 14 hari setelah plester ketika sebagian besar penyusutan telah berhenti. 
Tipe retak ini seperti retak seribu ( pecah telur ),apabila diraba oleh tangan terasa lebih dalam retak ini dapat mengulang Perbaikan.  Isi retak sebelum pengecatan menggunakan TR30 Acian Putih dicampur dengan Polymer** 2% kemudian keesokan harinya ratakan  dengan amplas halus  setelah itu Cat setelah 5 hari.



6. Retak rambut pada acian
Penyebab: Aplikasi acian terlalu dini pada plester yang belum berhenti menyusut , Kadar lumpur yang tinggi pada pasir dalam plaster, terlalu banyak / sedikit semen pada plaster, terlalu banyak / sedikit air pada aplikasi plaster,dinding plaster terlalu kering dan aplikasi acian pada cuaca terik dan tiupan angin kencang. Tipe retak ini seperti retak seribu ( pecah telur ) retak ini dapat mengulang apabila kadar lumpur pada plaster yang digunakan telalu tinggi ( > 5 % ) Perbaikan: Apabila kondisi retak rambut halus gunakan base coat atau cat dasar untuk menutupnya, jika retak lebih besar dari garis rambut perbaiki retak ( seperti langkah pada no 5 ).

** Polimer: kelas tertinggi disebut Acrylic 100% (cat kelas eksternal) tetapi sering kelas yang lebih rendah dari PVAc lebih mudah tersedia (Lem Putih). Campur dengan air sebelum menambahkan TR30 Acian Putih.


7. Semen acian tradisional 

Memiliki penyusutan tinggi selama waktu setting awal dan tukang akan terus menggosok acian untuk mengisi celah-celah. Setelah beberapa hari tukang kembali mengisi retak yang terjadi dengan plamur. Acian semen tidak direkomendasikan karena terlalu kaku dan mudah akan retak dan lepas. Lebih baik dan lebih murah untuk menggunakan TR30 Acian Putih yang dirancang untuk ikatan yang baik dan fleksibilitas menggunakan semen, kapur dan polimer dalam produk premixed dari Tiga Roda.