11 Desember, 2013

Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda - Bagian 4: "Beton"

Bagian 4 : "Beton"

Artikel Baru Seri Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda. 

Valencia, Spain
Hampir setiap hari kita banyak bersinggungan dengan semen dan beton, dalam bentuk yang berbeda dan memudahkan kita dalam membangun struktur yang kuat dan kreatif untuk perlindungan dan kenyamanan. Beton mempunyai kuat tekan yang tinggi, dengan kemampuannya itu arsitek dapat merancang dan membuat gedung tertinggi di dunia dengan struktur yang paling kreatif yang pernah ada. Proyek-proyek besar tersebut menggunakan beton ready mixed dengan standar kualitas dan bahan baku berkualitas tinggi. Salah satunya Pionir Beton merupakan salah satu produsen readymixed Indocement untuk proyek-proyek besar di Indonesia.

Texas Freeways
Beton Campur dalam Proyek
Sebagian besar di Indonesia pembuatan beton  masih dicampur secara manual dengan tangan terutama proyek-proyek seperti rumah, ruko, sekolah, dan bangunan komersial yang lebih kecil. Kualitas dari adukannya sulit untuk di kontrol dan bahan baku yang digunakan mungkin tidak yang terbaik. Penting bagi kontraktor dan tukang mengerti bagaimana caranya dalam  mencapai kualitas beton yang baik untuk keselamatan dan bangunan yang lebih tahan lama.



Bagaimana Caranya Beton Berfungsi


Beton merupakan campuran dari semen, pasir, batu split dan mungkin ada tambahan beberapa aditif untuk membantu workabity. Semen memiliki kuat tekan yang sangat tinggi tetapi tidak dapat digunakan sendiri. Semen disini bekerja sebagai perekat dalam mengikat pasir dan batu kerikil /split bersama-sama. Beton yang dikombinasikan dengan batang besi yang mempunyai kuat lentur tinggi membentuk beton bertulang yang berfungsi dalam membuat struktur tinggi, jembatan, kolom dan lantai rumah kita.



Semen Portland

Beton Foto Mikroskopis
Hidrasi Semen
 1. Saat air ditambahkan kedalam semen terjadi reaksi kimia yang membentuk jaring-jaring kristal mineral. Reaksi tersebut menimbulkan panas kemudian kristal  akan mengikat pasir / agregat atau besi dalam campuran beton.

2. Setting awal pengerasan terjadi dalam waktu 1 - 2 jam setelah itu 90% dari kekuatan harus dicapai setelah 28 hari.







3. Reaksi ini disebut Hidrasi dan dapat dipengaruhi oleh banyak hal:
   1. Reaksi akan berhenti apabila tidak tersedia lagi air bebas pada campuran, efek yang     terjadi lemah dan permukaan beton menjadi lunak. 
    2. Terlalu banyak air membuat beton lemah karena rasio air dan semen tidak berimbang sehingga semen tetap tidak terhidrasi  dengan baik efek yang terjadi adalah retak karena penyusutan dan permukaan  beton menjadi lunak. 
  3. Jumlah air yang rendah pada semen rasio akan memberikan hasil yang lebih kuat. 0,55 adalah target yang baik tetapi hal itu tergantung pada kualitas pasir dan workability.
     4. Aditif beton dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan air.
     5. Kotoran organik dalam pasir dapat mengurangi kekuatannya hingga 50%.

Pasir

Pasir Limestone 
1. Artikel Kokoh sebelumnya membahas tentang plester dan Pasangan Bata termasuk tips tentang kualitas pasir dapat dibaca secara online di mortartigaroda.blogspot.com
2. Kualitas pasir terbaik tanpa tanah lumpur atau kotoran organik dan dengan ukuran gradasi yang baik akan menghasilkan beton terbaik.
3. Bentuk pasir udutnya sebaiknya bulat. Partikel pasir berbentuk rata/lancip sulit untuk bercampur dan  membutuhkan lebih banyak air.

Batu Split








Batu Split

Ukuran batu split / kerikil harus diantara 10mm hingga 30mm dan bersudut bulat. Hindari berbentuk pipih.
Batuan bisa berasal dari bgranit atau andesit atau sejenis batu kapur keras.

Air

1. Air sebaiknya tidak mengandung kotoran atau garam yang dapat mengurangi atau menunda hidrasi semen.
2. Jangan menggunakan terlalu banyak air karena akan mengurangi kekuatan beton dan meningkatkan risiko retak. Terlalu sedikit air akan mengurangi kekuatan dan kering terlalu cepat yang akan menghasilkan permukaan beton berdebu dan lunak.

Standar Percampuran

Ada banyak variasi dalam desain campuran beton dan rekomendasi ini adalah untuk pencampuran pembuatan beton dilokasi. Beton struktur yang dirancang oleh para insinyur untuk kekuatan kelas tertentu sebaiknya menggunakan supplier beton readymixed seperti Pionir Beton yang mutunya lebih terjaga dari manual.
         


Retak dan Penyusutan

Semen dan beton memiliki banyak celah mikro yang merupakan bagian normal efek dari reaksi hidrasi. Hal itu merupakan  cara terjadinya ikatan antara semen - pasir dan split. Proses ini dapat menjadi masalah visual juga apabila celah-celah tersebut bergabung satu sama lain sehingga membentuk menjadi retak yang lebih besar.

Semen mengalami penyusutan selama terjadi reaksi hidrasi dan hal ini dapat menyebabkan retak panjang. Penggunaan tali air dalam mengarahkan penyusutan akan lebih baik sehingga retak beton menjadi lebih terkontrol. 

Jika pasir memiliki kandungan lumpur tinggi maka membentuk retak yang lebih banyak pada beton karena lumpur akan ikut menyusut. Hal ini mirip dengan penyusutan tanah lumpur di "sawah" yang kita lihat pada musim kemarau. Kandungan lumpur tinggi akan bermasalah karena dapat mengembang saat basah dan menyusut saat kering dan proses dapat berlanjut terus menerus. 

"Kanker" Beton
Efek jangka panjang dari celah-celah tersebut adalah dapat mengakibatkan air masuk kedalam beton dan membuat korosi pada beton bertulang, hal ini sering disebut "kanker beton". Celah-celah tersebut dapat membuka bagian yang kedap air atau permukaan yang dicat dan memungkinkan air masuk ke dalam beton. Perubahan siklus basah dan kering akan menyebabkan pergerakan pada acian atau plester sehingga terjadi  retak dan tidak menempel pada  beton. Efek lainnya adalah hasil akhir aplikasi menjadi kotor karena air masuk kedalam retak sambil membawa kotoran dan polusi kedalam retak.